Akupunktur Medik untuk Diabetes

Rabu, 11 Desember 2019 207

Diabetes adalah penyakit kronik yang ditandai dengan kadar gula darah (glukosa) yang tinggi di atas normal. Glukosa merupakan sumber energi tubuh. Kadar glukosa dalam darah dipengaruhi oleh hormon insulin yang diproduksi oleh pankreas (organ pencernaan yang terletak di belakang lambung). Diabetes tipe 2 paling sering terjadi yaitu keadaan yang mana sel tubuh kurang sensitif terhadap insulin sehingga terjadi peningkatan glukosa darah yang dapat membahayakan organ tubuh. Gejala awal yang dirasakan pada penderita diabetes yaitu sering haus dan lapar, sering kencing malam hari, badan lemas, pandangan kabur, gatal kulit, baal atau nyeri jari tangan dan kaki, sering mengalami infeksi hingga masalah seksual pada laki-laki yaitu impotensi. Faktor risiko terjadinya diabetes tipe 2 yaitu kelebihan berat badan (obesitas), tekanan darah tinggi (hipertensi), kadar kolesterol tinggi (dislipidemia), kurang aktivitas, riwayat keluarga yang menderita diabetes tipe 2. Berbagai faktor risiko tersebut timbul karena pola dan gaya hidup yang kurang sehat. Komplikasi diabetes yang sering terjadi yaitu: penyakit jantung dan pembuluh darah (stroke), penyakit ginjal (nefropati diabetik), gangguan fungsi saraf sensorik, motorik ataupun otonom (neuropati diabetik), hilang penglihatan (retinopati diabetik) hingga gangguan pengosongan lambung (gastroparesis).

Penderita diabetes harus segera ditangani, yang utama adalah dengan menerapkan pola hidup sehat berupa mengatur asupan makanan gizi seimbang dan aktivitas fisik serta olah raga sehari-hari. Obat-obatan yang diminum ataupun hormon insulin yang disuntikkan dapat membantu menurunkan kadar gula darah.

Dari berbagai penelitian akhir-akhir ini disimpulkan bahwa obat tersebut yang dipadukan dengan Akupunktur Medik dapat menurunkan dan menjaga kestabilan kadar gula darah lebih baik dibandingkan dengan pemakaian obat-obatan saja. Peraturan Konsil Kedokteran Indonesia No.56/2018 mencantumkan Diabetes Mellitus dalam daftar penyakit yang dapat ditangani dengan Akupunktur Medik. Di samping itu akupunktur medik bermanfaat untuk mengatasi faktor risiko timbulnya diabetes, seperti: obesitas, hipertensi dan sebagainya, serta menangani penderita dibetes yang sudah mengalami komplikasi. Akupunktur medik dapat memperbaiki sensitivitas insulin, mengurangi kadar gula darah puasa, menurunkan kelebihan berat badan, memperbaiki metabolisme lemak dan meningkatkan produksi adipokin (suatu zat yang disekresikan/dibentuk oleh otot rangka dan jaringan lemak tubuh saat melakukan olah raga). Akupunktur medik dapat mengurangi nyeri dan baal pada keadaan neuropati diabetik. Akupunktur Medik pun efektif mengurangi gejala gastroparesis berupa panas dan nyeri ulu hati, begah, kembung, mual atau muntah karena efeknya dapat mempercepat pengosongan lambung. Namun tidak jarang penderita diabetes merasa khawatir untuk melakukan akupunktur medik karena beranggapan luka yang disebabkan jarum akupunktur akan semakin memperparah penyakitnya. Tidaklah demikian, sebab jarum akupunktur ukurannya sangat kecil dan steril, ditambah lagi dokter tentunya melakukan sesuai dengan prosedur klinis asepsis dan antisepsis untuk mencegah terjadinya infeksi kuman. Karena itu akupunktur medik aman dan efektif dilakukan pada penderita diabetes.