TERAPI SPORT INJURY EXERCISE MEMULIHKAN KONDISI PASCA OPERASI ACL DAN MENISCUS

Seorang atlet rentan memiliki resiko cidera pada bagian anggota tubuh, baik cidera ringan maupun berat. Tetapi cidera tersebut dapat dipulihkan dengan teknik fisioterapi yang benar dan rutin dilakukan. Petugas fisioterapi professional dapat melihat kebutuhan tindakan fisioterapi yang dibutuhkan untuk pasien cidera dan menyarankan jenis terapi apa yang akan dilakukan.

Seperti yang terjadi pada atlet pebasket nasional Josephine Kristiana, gadis 14 tahun yang pernah masuk di Tim DIY untuk KEJURNAS KU 16 ini mengalami cidera pada lutut kanannya saat berlatih untuk suatu event, Jo, panggilan akrabnya, melakukan atraksi memasukan boladan mendarat dengan kaki yang tidak seimbang. Alhasil, terjadi cidera pada lutut kanan yang membuat sulit untuk berjalan normal.

Melihat kejadian ini ibunda Jo, Angelina Susila membawa anaknya berkonsultasi ke Dokter Spesialis Ortopedi disalah satu rumah sakit diluar Jogja dan disarankan untuk melakukan operasi pada ACL (Anterior
Cruciate Ligament) . Operasi dilakukan pada 30 Agustus 2017.

Setelah melakukan operasi, Jo tidak diperbolehkan bemain atau berlatih selama 6 bulan. Sehingga selama 6 bulan Jo disarankan untuk melakukan Terapi Sport Injury Exercise dengan petugas fisioterapi yang profesional, akhirnya mendapat rekomendasi untuk bertemu dengan Dimas Liwung.

Dimas Liwung merupakan terapis handal dan profesional di Rumah Sakit JIH yang sudah berkiprah didunia ke-fisioterapi-an selama 10 tahun. Oleh karena itu, keluarga Jo pun mempercayakan terapi post operasi kepada Dimas Liwung. Terapi yang dilakukan memiliki 4 fase , yaitu Fase Akut, Fase Adaptasi Anatomi, Fase Linier dan terakhir fase Kembali ke Olahraganya. Ke-empat fase tersebut akan berlangsung selama 6 bulan sesuai kebutuhan pasien.

Sampai saat ini, terapi masih terus berjalan hingga 3 bulan kedepan dan sudah memasuki fase ke 4 yaitu fase Linear. “Jo sudah membaik, saya puas dengan tindakannya, ada perubahan, karena sebelum bertemu dengan Mas Dimas, Jo pernah ditangani oleh fisioterapis lainnya, tetapi hasilnya tidak membaik” ucap ibunda Jo ketika diwawancarai tim Humas.

  • By Humas Rumah Sakit JIH
  • 29 December 2017