SENYUM CANTIK DAN SEHAT DENGAN VANEER GIGI DAN TREPANASI

Berawal dari kecelakaan parah sekitar 2 tahun lalu yang mengakibatkan gigi depan hancur, Ollin, sapaan akrabnya baru merasakan sakit yang tidak nyaman pada gusi bagian depan. Akhirnya Ollin memutuskan untuk pergi ke dokter gigi di Rumah Sakit JIH bertemu dengan drg.Eri Wishwa Dewi, Sp.KG.

Setelah mengutarakan keluhan pada gusi depannya, saat itu juga drg. Eri Wishwa Dewi, Sp.KG langsung melakukan tindakan Trepanasi yaitu dengan melubangi bagian dalam gigi untuk menghilangkan akar saraf mati (nekrosis) yang menyebabkan gusi depan terasa nyeri. Pelubangan dilakukan untuk memasukan obat ke dalam gusi.

Pertemuan selanjutnya daerah yang sudah dilubangi dan dimasukan obat, kemudian dilakukan tindakan pengerokan untuk mengambil saraf yang sudah mati dalam gusi. Hal tersebut menyebabkan gigi terlihat agak hitam.

“tidak sakit sama sakali, hanya ada rasa ngilu sedikit, tapi itu tidak masalah” ujar Ollin.

Tidak sampai disitu, cerita Ollin berlanjut dengan menunjukan giginya yang sudah rapi dan putih. Ollin mengatakan bahwa dia mendatangi dokter gigi umum di Rumah Sakit JIH yang handal dan profesional. Dokter yang biasa dipanggil dengan drg.Mirza ini merupakan salah satu dokter gigi umum yang mempunyai keahlian estetika gigi ,mampu meracik warna dan elemen gigi sedemikian rupa agar tahan lama dan tampak real.

Oleh karena itu, drg. Mirza Mangku Anom dipercayai Ollin untuk memperindah bentuk dan warna giginya pasca dilakukan pelubangan dengan tindakan Vaneer Gigi yaitu tindakan untuk membantu meningkatkan warna, bentuk, dan posisi gigi serta memperbaiki gigi yang gompal, gigi terbuat dari lapisan tipis porselen yang dipasang untuk menutupi permukaan depan gigi. Alhasil perbedaan yang tampak pada bagian depan gigi Ollin adalah gigi kelinci yang selaras dengan warna gigi lainnya.

“sangat-sangat puas dengan hasil yang didapatkan, saya juga selalu control rutin dengan dokter-dokter tersebut” ujar Ollin saat ditemui diruangan tindakan drg.Mirza Mangku Anom.

  • By Humas Rumah Sakit JIH
  • 18 December 2017