SEMBUH DARI TUMOR PROSTAT JINAK DENGAN TINDAKAN TRANSURETHRAL RESECTION OF PROSTAT

Menahan buang air kecil merupakan kebiasaan yang tidak dianjurkan karena dapat berbahaya bagi kesehatan tubuh. Salah satunya dapat mengakibatkan terjadinya penyempitan saluran kencing sehingga penderita susah buang air kecil. Hal initerjadi pada Bapak Andreas Sarjita laki-laki usia 60 tahun yang mengeluhkan susah buang air kecil dan merasa seperti anyang-anyangan sesudah buang air kecil. Ini sangat menganggu ketika udara dingin.

Bapak Andreas sebelumnya melakukan pemeriksaan di rumah sakit Bontang, Kalimantan Timur dan mendapatkan rujukan untuk melakukan tindakan operasi di Jogja. Dalam usahanya mencari referensi dokter spesialis urologi Bapak Andreas mengunjungi website Rumah Sakit “JIH” dan mendapatkan informasi jadwal praktek dr. Nur Budiono Sp.U. Setelah membaca profile dr. Nur Budiono Sp.U, akhirnya mantap
untuk melakukan konsultasi ke dr. Nur Budiono, Sp.U di Rumah Sakit “JIH”.

Mei 2018 berhasil melakukan konsultasi dengan dr. Nur Budiono, Sp.U di Rumah Sakit “JIH”, dokter memeriksa dengan teliti dan setelah dilakukan observasi dicurigai terdapat tumor prostat jinak. Kemudian dokter menyarankan untuk segera dilakukan tindakan operasi. Ada keraguan dalam hati Bapak Andreas saat itu, tetapi dengan menyetujui untuk dilakukan tindakan operasi.

Tindakan operasi yang dilakukan oleh dr. Nur Budiono, Sp.U adalah Transurethal Resection of Prostat atau disingkat TURP dengan tindakan endoscopy, yaitu tindakan dengan memasukan resectoscope atau pipa kecil berukuran 3ml dengan lup dan serat laser diujung pipa guna untuk memotong jaringan prostat yang menyumbat saluran uretra (saluran kencing). Tindakan menggunakan anastesi spinal atau bius local pada bagian pinggang ke bawah untuk mematikan saraf-saraf tubuh agar tidak merasa kesakitan saat dilakukan tindakan operasi.

Setelah dilakukan operasi TURP, pasien akan dipasangkan kateter selama beberapa hari untuk pemulihan pasca operasi dan dilarang melakukan aktifitas fisik berat untuk beberapa waktu kedepan supaya proses pemulihan berjalan maksimal. Tindakan ini tidak berbahaya bagi kesehatan reproduksi pria, tindakan operasi TURP aman dan saat ini kondisi Bapak Andreas sudah sembuh dan dapat beraktifitas kembali seperti semula.

  • By Humas Rumah Sakit JIH
  • 11 July 2018