PENDENGARAN MEMBAIK DENGAN HYPERBARIC OXYGEN THERAPY (HBOT)

Bermula dari demam, batuk dan pilek, pendengaran seorang mahasiswa kedokteran semester 3 Universitas Muhammadiyah Purwokerto yang berumur 22 tahun ini berkurang hingga 5% sehingga menyebabkan tuli mendadak. Warih beserta Ibu langsung menuju ke UGD Rumah Sakit “JIH” untuk dilakukan penanganan gawat darurat.

Dari situ dokter UGD menyarankan untuk memeriksakan ke dokter spesialis THT yaitu dr. Dwi Erike Stefani, Sp.THT-KL. Dari diagnosis dokter banyak penyebab yang mengakibatkan Warih menjadi tuli mendadak, diantaranya batuk, pilek serta demam yang dialami Warih sebelumnya.

Setelah itu dr. Dwi Erike Stefani Sp.THT-KL menyarankan untuk melakukan Hyperbaric Oxygen Therapy (HBOT) secara rutin. Fungsi dari HBOT itu sendiri untuk memulihkan kembali pendengaran yang menurun
hingga 5 persen.

“setelah melakukan 2 kali HBOT saya sudah bisa mendengar dengan jelas, target saya melakukan HBOT sebanyak 10 kali, oleh karena itu saya harus melakukannya dengan rutin sebanyak 10 kali agar mendapatkan hasil yang maksimal” ujar Warih sebelum melakukan HBOT-nya yang ke enam.

Ada beberapa prosedur yang harus diperhatikan oleh pasien sebelum melakukan HBOT, salah satunya adalah pasien dipastikan tidak memiliki radang tenggorokan. Berikut prosedur-prosedur sebelum melakukan HBOT:

· Memiliki tekanan darah dibawah 160/100

· Tidak sedang ISPA (seperti pilek, batuk dll)

· Tidak sedang hamil

· Tidak sedang demam

· Tidak mempunyai rencana penerbangan 24 jam kedepan

· Tidak mempunyai riwayat penyakit jantung (jika mempunyai, konsultasikan terlebih dahulu ke dokter spesialis jantung)

· Tidak takut ruangan sempit

· Tidak mempunyai riwayat operasi telinga/ daerah dada

· Tidak sedang sesak napas.

Hyperbaric Oxygen Therapy ini mengandalkan oksigen murni yang dihirup oleh pasien. Berbeda dengan oksigen yang kita hirup sekarang ini, oksigen yang dihasilkan oleh HBOT merupakan 100% oksigen sesungguhnya. Oksigen yang biasa kita hirup merupakan campuran antara polusi, asap, dan udara-udara lainnya.

Pasien akan menghirup oksigen murni dari HBOT dalam beberapa tahap. Tahap pertama yaitu Tahap Penekanan. Pasien akan menunggu selama waktu yang ditentukan dan akan mengalami tekanan yang dirasakan seakan memasuki kedalaman air. Tahap kedua yaitu Tahap Penghirupan Oxygen. Tahap ini adalah tahap utama bagi pasien untuk menghirup oksigen murni. Tahap ketiga atau tahap terakhir adalah Tahap Naik Kepermukaan. Tahap ini merupakan tahap terakhir yang mana pasien merasakan naik ke permukaan. Lama proses HBOT selama 2 jam tanpa jeda.

  • By Humas Rumah Sakit JIH
  • 30 October 2017