OPERASI LAPARASCOPIC CHOLECYSTECTOMY MEMBEBASKAN SAYA DARI BATU EMPEDU

Menemukan batu didalam tubuh memang membuat sebagian orang terheran-heran. Apalagi batu tersebut menganggu setiap gerak dan aktifitas yang kita lakukan. Sama halnya dengan seorang Ibu Rumah Tangga yang datang ke Rumah Sakit “JIH” dan ditemukan batu sebesar biji polo bersarang di Empedu-nya. Tidak hanya satu, tetapi dua batu saling berdempetan.

Ibu yang biasa disapa Bu Bambang ini mengaku sudah terdiagnosa batuempedu sejak 2009 silam. Beliau baru bisa melakukan operasi di 2017 ini dikarenakan aktifitas yang padat sebagai Ibu Rumah Tangga yang mengurus seorang suami dirumah. Awalnya Bu Bambang bertemu dengan dr. Mochammad Khalimur Rouf , Sp.PD sebagai dokter yang menangani keluhan Ibu. Setelah diobservasi dan dilakukan beberapa pemeriksaanpenunjang seperti USG, akhirnya dr. Mochammad Khalimur Rouf, Sp.PD menyarankan untuk dilakukan tindakan operasi batu empedu. “saya katakan saya sudah siap dilakukan operasi, ketika dr. Agus menanyakan kesiapan saya” ujar ibu dengan nama asli Herry Astuti Imaningsih ini.

dr. Agus Barmawi Sp. B Digest (K) merupakan dokter spesialis bedah digestif di Rumah Sakit “JIH” yang direferensikan oleh dr. Mochammad Khalimur Rouf, Sp.PD untuk menangani operasi batu empedu Bu Bambang. Sebelum operasi, ibu disarankan berpuasa selama 12 jam untuk mempermudah operasi penganggkatan batu empedu tersebut.

Didampingi oleh anak dan juga sang suami operasi berjalan lancar dengan tindakan Laparascopic Cholecystectomy yang dilakukan oleh dr. Agus Barmawi Sp.B Digest (K) selama kurang lebih 5 jam proses operasi.Laparascopic Cholecystectomy adalah tindakan operasi untuk mengangkat kantong empedu melalui teknik laparoskopi atau lubang kunci. Operasi ini dilakukan dengan bantuan kamera video dan instrumen bedah invasif lainnya.

Biasanya, mayoritas masalah kandung empedu disebabkan oleh batu empedu—yang terbentuk dari garam empedu dan kolesterol. Secara tradisional, kandung empedu disingkirkan dengan membuat sayatan panjang 5 sampai 8 inchi di daerah perut. Seiring dengan perkembangan teknologi medis, Laparascopic Cholecystectomy dianggap sebagai metode standar terbaru dengan kelebihan sebagai berikut :

1. Lebih sedikit rasa sakit

2. Hanya 3 luka kecil, masing-masing berukuran 5 mm hingga 10mm saja. Bandingkan dengan panjang sayatan operasi terdahulu yang bisa mencapai 5 hingga 8 inchi

3. Secara estetika, jauh lebih baik daripada operasi terbuka

4. Luka lebih cepat sembuh, sehingga pasien bisa beraktivitas normal dalam beberapa hari

Alhamdulillah saat ini kondisi Bu Bambang sudah sehat dan masih melakukan kontrol rutin rawat jalan ke dr. Agus Barmawi Sp. B Digest (K) di poliklinik.

  • By Humas Rumah Sakit JIH
  • 06 November 2017